Saturday, December 21, 2013

Karena Allah Aku Menikah

Detak jantung jarum jam semakin melambat, entah semakin cepatnya atau memang seseorang disana tengah menunggu waktu yang tak kunjung datang. Hatinya semakin berdentam, menggedebuk, menabuh hingga inin mencuat keluar karena ia begitu gelisah, gelisah dalam bahagia. Riuh riak diluar sana pun bukan lagi menjadi alasan kenapa hatinya terus dan terus bernyanyi, inilah waktunya, inilah saatnya.

Kemarin, ia hanyalah seorang gadis tengil yang suka seenaknya sendiri, semaunya sendiri dan apapun sendiri. Kemarin dia hanyalah seorang gadis yang selalu menantikan dan mencari keinginan sebongkah hati untuk bertemu seseorang, orang yang berharga dan seorang yang akan menjaga dirinya, seumur hidup.

"Hari ini, yah hanya menunggu hitungan jam, ah bukan.. hitungan menit, ah.. tidak, hanya beberapa detik lagi semua ketengilan ini akan berakhir. Semua kebebasan berfikir sendiri akan berganti, bermetamorfosis menjadi satu langkah maju kedepan, menuju sebuah gerbang, Pernikahan."