Friday, January 17, 2014

Sulitnya Menghindari "Jabat Tangan"

image from paralinguistichcm.blogspot.com


Sebagai manusia yang tidak hidup sendiri, kita dan bahkan saya sendiri selalu di hadapkan dengan orang-orang baru, situasi berbeda dan lingkungan yang tak sama. Tidak semua mahluk Allah mengetahui dengan benar ajaran yang seharusnya di laksanakan, belum tahu bagaimana seharusnya ketika bertemu dengan sesamanya. Dan lingkungan pun juga tidak semuanya memiliki pengertian tinggi tentang ajaran-ajaran Allah. Bahkan untuk beberapa orang menganggap Berjilbab itu tak penting dan berjabat tangan itu adalah hal yang sangat-sangat biasa untuk mereka.

Jika ada yang tidak sepaham dengannya, atau tidak sependapat bahwa "Berjabat Tangan" itu perlu aturan dan ada aturannya. Mereka akan tersinggung dan menganggap kita -yang menolak- sok suci lah, sombong-lah dan banyak lagi. Lalu bagaimana menghindari acara Jabat tangan kepada orang yang notabene bukan muhrim kita?


 Sedangkan berjabat tangan itu sendiri adalah hal yang wajar menurut beberapa orang. Sesuatu yang lumrah dilakukan dan sesuatu yang dianggap untuk menghormati orang yang kita temui disaat tertentu atau disuatu tempat. Tapi bagaimana jika jabat tangan itu dilakukan kepada orang yang bukan Muhrim, kepada teman atau kepada kakak ipar, adik ipar yang berbeda jenis  yang jelas-jelas bukan muhrim bagi kita. Haruskah berjabat tangan untuk menghormati, atau tidak menerima uluran tangan untuk berjabat agar tidak menyinggung.

Saya sering sekali menghadapi masalah seperti ini, saya aman jika bersama orang yang "mengerti" bahwa jabat tangan itu punya aturan, tidak sembarangan. Saya jadi seperti terlihat menarik diri untuk menghindari acara jabat tangan dengan sahabat suami saya, dengan adik ipar laki-laki saya, dengan kakak ipar laki-laki saya, dan dengan orang-orang yang dihormati suami saya.

Sebenarnya ini masalah buat saya, sulit untuk saya dan saya sebenarnya tidak takut untuk di katakan sebagai orang yang sok suci dan sok sok lainnya. Saya masih bingung bagaimana cara menghindarinya, tapi saya punya beberapa cara simple untuk menghindarinya dengan tanpa menyinggung, sebisa mungkin paling tidak untuk mengecilkan kemungkinan berjabat tangan kepada orang yang bukan muhrim dengan kita. 

Biasanya saya mempersilahkan suami terlebih dulu menyapa teman-temannya, dan hanya suami yang bersalaman sedangkan saya menggandengn tangan suami dan hanya menganggukkan kepala dengan sedikit senyum. Terkadang saya dengaja tidak mendekat supaya tidak di ajak salaman hehe.. Adakalanya saya juga lebih dulu berpamitan tanpa mengulurkan tangan. Nah.. bagaimana kalau si temen sudah terlanjur mengulurkan tangannya, ini yang paling sulit untuk dihindari, namun dengan dara menyambut dengan kedua tangan tertutup dengan hanya menyentuh ujungnya atau hanya dihadapkan dengan tangan yang bersangkutan kemudian menunduk adalah solusi yang biasa saya pakai. Membiasakan untuk tidak berjabat tangan ketika bertemu akan membuat kebiasaan dan lama-lama mereka akan mengerti, Insya Allah.
 
Kita tidak akan menjadi baik kalau tidak dimulai dari hal-hal yang kecil. Namun kita juga gak bisa memaksa orang untuk memahami bagaimana kita, dan kitalah yang seharusnya "menunjukkan" siapa sebenarnya kita tentu saja dengan cara yang baik. Saya menyesal kenapa saya baru menyadari kebaikan dalam beberapa tahun terakhir, kemana saya dulu, jauhnya dari Allah, jauhnya dari ajaran yang lurus dan jauhnya diri ini dari aturan-aturan yang membuat baik seorang Muslimah, untuk menjaga diri dan kehormatannya. Apalagi ketika masa Pubertas, yang masih sibuk dengan diri sendiri dan sibuk mengurus perasaan cintanya.

Saya beritahu sekali lagi, Cinta adalah urutan kesekian kalinya jika sudah menikah. Membiasakan untuk memikirkan bagaimana diri menjadi lebih baik itu jauh lebih penting dari perasaan cinta dan sibuk mencari pasangan hidup, Ini bukan perintah dan menggurui, tapi ini pengalaman dalam indahnya berbagi cerita. Guru terbaik adalah pengalaman, begitu kata pepatah lama, kan.

2 comments:

  1. bagus ka artikelnya.
    ijin ngutip beberapa kalimatnya untuk dishare di facebook/tumblr ya ka :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan dhek.. semoga bermanfaat ya, kita saling belajar :D

      Delete