Sunday, May 29, 2016

Wanita Berkepribadian Konsumstif?

Kuliner merupakan suatu hoby yang baru ada kira-kira 5 tahun terakhir, dan sama sekali bukan merupakan tuntunan dari nabi Muhammad. Sebenarnya orang melakukan kuliner bukan dengan alasan lapar tetapi karena urusan suka atau hoby saja. Orang kalau sudah urusan kuliner tidak pandang harganya mahal atau tempatnya jauh, pasti akan disambangi juga.
Urusan akan lebih ribet lagi jika kuliner dijadikan suatu hoby, pasti akan berbuntut pada membengkaknya dana serta membengkaknya badan. Makan ramai-ramai dengan teman di tempat yang setiap hari berbeda, tetntunya akan dapat menambah nafsu makan sehingga badan dijamin akan semakin tambun. Ya.. meskipun seumpama kita punya alat pembayaran seperti dompetku yang semakin memudahkan, alangkah baiknya kalau kita bisa lebih bijak.

Ingatlah ajaran Islam bahwa makanlah jika terasa lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Isilah perutmu 1/3 dengan minuman, 1/3 dengan makanan dan 1/3 dengan udara. Kalau kita ikuti anjuran tersebut, Insya Allah kita akan terjauh dari penyakit. Karena pnyakit, sebagian besar berasal dari perut.

Ada beberapa tips untuk mengatasi suka jajan / kuliner:

1. Selalu makan pagi / sarapan sebelum berangkat kerja
2. Bawa bekal makan siang berupa nasi atau makanan pengganti
3. Ingatlah bahwa makanan di luar rumah kurang terjaga kebersihannya
4. Sering jajan makanan di luar dapat berakibat penyakit hepatitis
5. Simpan uang yang akan digunakan untuk jajan yang nantinya dapat kita sedekahkan sebagian.
6. Bawa uang secukupnya saat pergi ke kantor, cukup untuk ongkos jalan
7. Kasus obesitas salah satu pemicunya adalah karena hoby jajan/ ngemil
8. Lakukan puasa sunnah, kalau tidak kuat dapat lakukan puasa senin kamis, tetapi jika kuat, lakukan puasa daud.

Selain hoby jajan, wanita juka mempunyai hoby konsumtif  lainnya yaitu shooping. Sehingga tidak heran, iklan di televisi lebih sering ditujukan pada wanita. Mulai dari iklan make up, busana dan perlengkapannya , keperluan rumah tangga, obat pelangsing sampai pada makanan. Produsen lebih sering menyerang wanita karena wanita memiliki kecenderungan untuk memiliki jiwa konsumtif.
Wanita sangat menyukai urusan yang sangat njlimet. Sampai ada istilah kalau untuk menghadiri pesta wanita tidak pernah memiliki baju, sehingga selalu membeli baju baru untuk menghadiri pesta. Melihat temannya memakai sepatu atau tas baru, wanita selalu mempunyai  keinginan untuk memiliki hal yang sama.

Sampai ada pedagang yang menjajakan dagangannyaberupa keperluan wanita  ke kantor-kantor, dengan sistem jual kredit. Sehingga sering kali orang membeli tidak terasa sampai beberapa macam barang.

Wahai muslimah, janganlah kita mau dijadikan korban mode, serta dicap sebgai makluk yang konsumtif. Jika kita lakukan semuanya sesuau dengan ajaran Islam, tentunya kita akan terhindar dari sikap yang konsumtif.

Karena sebagai  muslimah sebenarnya dapat menghindar dari sifat konsumtif . dengan kemauan dan kepercayaan dapat kita buktikan bahwa kita dapat mengubal label konsumtit menjadi muslimah yang kreatif, cerdas dan inovatif.

1 comment:

  1. Ohh ternyata itu emang wanita banget ya mbak ??
    pantesan temen-temen ane kalau pas maen ngeluh aja bentar bentar cari tempat makan..
    Hehehe

    ReplyDelete