Monday, June 6, 2016

Kenapa Setiap Ramadhan Harga-Harga Kebutuhan Pokok Selalu Naik?

Alhamdulillah, akhirnya Allah memberikan saya kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan tahun ini. Ini adalah ramadhan saya yang ke-2 di Jawa setelah berkeluarga. Yang pasti, resolusi untuk ramadhan kali ini insyaallah seharusnya lebih baik dibandingkan dengan ramadhan tahun lalu.

Berbicara tentang bulan suci ramadhan, satu hal yang sering mengganjal di hati saya yang menjadi pertanyaan hingga saat ini adalah, mengapa setiap ada momen seperti ini, harga-harga kebutuhan pokok selalu naik? Padahalkan, kalau dipikir-pikir seharusnya kebutuhan pada saat bulan ramadhan menurun. Mengingat pada saat bulan ramadhan kita berpuasa dan makan lebih sedikit dibandingkan dengan hari-hari biasa. Yang seharusnya secara otomatis akan membuat pembelian yang kita lakukan berkurang.
Kalau berbicara seperti hukum ekonomi, pastinya jika permintaan menurun harga pun seharusnya juga ikut turun. Tapi kenapa yang terjadi sebaliknya? Di pasar dan di toko-toko tidak jarang kita mendengar promo dan daftar diskon makanan, bahkan dafarnya semakin panjang dan lengkap hehehe.

Tapi, setiap orang pasti berbeda-beda dalam menjalani puasa di bulan suci ramadhan. Mungkin saja ada beberapa orang yang dengan sengaja meningkatkan mutu makanan yang ia konsumsi pada saat berbuka atau sahur, sehingga tidak mengherankan apabila harga-harga naik.

Mungkin saja banyak orang yang pada hari-hari biasa hanya makan tahu dan tempe, tiba-tiba berubah di bulan ramadhan dengan sering membeli daging, ikan, ayam. Dan yang hari biasa hanya minum es teh di bulan ramadhan berubah minum es kelapa muda, dan lain-lain. Sebuah gaya hidup yang rasanya sedikit bertolak belakang dengan tujuan puasa itu, sendiri namun itulah fenomena dan saya tidak berhak untuk menghakimi siapapun. Karena setiap pilihan pasti ada penyebab dan manfaatnya.

Di bulan yang penuh barokah ini, saya merasa tergugah untuk menyampaikan pendapat saya mengenai tujuan puasa yang seharusnya menjadi tujuan mulia, mengingat Allah dan Rasul-Nya memberikan pesan kepada kita agar berpuasa di bulan romadhon selain untuk menggapai ketakwaan, puasa juga dimaksudkan untuk menumbuhkan sifat empati kita terhadap kaum miskin.
Jadi, rasanya aneh aja kalau di bulan ramadhan ini kita malah banyak berfoya-foya dengan makan makanan enak. Bahkan, lebih boros dibandingkan hari-hari biasa.

Perlahan namun pasti, hikmah puasa yang selama ini menjadi nyawa kesakralan momen ramadhan sedikit demi sedikit bergeser, dari yang dulunya untuk meningkatkan ketakwaan, untuk mengingatkan kita pada fakir miskin, mengedepankan kesederhanaan, bergeser menjadi sebuah momen dimana kita harus selalu menyajikan makanan enak bahkan terkesan berpesta pada saat berbuka dan sahur. Astagfirullah. Semoga puasa kali ini Allah tetap membukakan kita pintu keberkahan agar setiap ibadah yang kita lakukan mendapatkan ridhonya.

1 comment:

  1. di rumah pun begitu, mungkin karena saya berpikir disaat puasa tenaga yang dibutuhkan lebih banyak, dan kita lupa kalo tenaga pun adalah rezki dari Allah, terimakasih sudah mengingatkan

    ReplyDelete