Wednesday, July 27, 2016

3 Tips Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik

Ya, memang kita sebagai orang tua selalu khawatir jika anak-anak kita melakukan hal-hal yang di luar biasanya. Padahal mereka selalu akan melakukan hal-hal yang baru yang membuat mereka penasaran. Kita sebagai orang tua, selalu saja melarang ini dan itu serta apa saja yang ada didepan matanya saat ketika kita tidak setuju dengan apa yang dia lakukan. Padahal lagi hal-hal baru yang mereka lakukan selalu membuat mereka semakin kreatif dan semakin pintar dan menunjukkan perkembangan otak yang lebih baik.

Saya sendiri selalu mendukung yang dilakukan oleh anak Kinza, semua hal yang ia lakukan asal tidak berbahaya bagi dirinya. Meskipun kadang-kadang saya masih suka berteriak saat dia berlari kencang tanpa melihat kanan kiri. Bukan apa-apa sih, dia selalu saja jatuh yang lumayan juga bikin siku dan lututnya terluka.

Yuk Belajar untuk tidak berteriak

Saya tahu betul, bahwa berteriak kepada anak adalah hal yang sangat merugikan untuk anak itu sendiri selain membuat anak itu takut kepada kita orangtuanya secara tidak langsung anak akan berhenti berekspresi dan malah akan terkesan sangat pendiam serta tidak mau melakukan hal-hal yang kreatif kembali. Masalah teriak ini yang sebenarnya saat ini sedang saya usahakan untuk menguranginya bahkan menghilangkannya. Susah memang menjadi orang tua yang sangat sabar melihat tingkat tingkahnya melebihi pemikiran kita yang dilakukan oleh anak kita. Tapi jika kita membiasakan untuk berteriak maka akan seterusnya kita terus berteriak kepada anak kita. Dan hal tersebut juga sudah sangat saya sadari. Oleh karenanya, menahan untuk tidak berteriak memang butuh belajar.

Mendengarkan Cerita mereka

Memang sih, sebenarnya mendengarkan adalah hal yang paling gampang dilakukan serta sangat mudah. Namun tidak semua orang bisa mendengarkan keluh kesah anaknya karena berbagai macam alasan. Padahal, ketika kita belajar mendengarkan mereka maka secara tidak langsung kita juga telah mengajarkan mereka untuk selalu mendengar apa yang kita minta kepadanya. Tahu kan bunda, bahwa apa yang kita contohkan kepadanya adalah sesuatu yang kita tanamkan untuk dirinya di suatu hari nanti ketika ia telah menjadi dewasa. Pasti bunda semua pengennn banget punya anak penyabar dan sayang kepada orang tuanya, Perhatian.

Jangan gampang heboh kalau bukan masalah prinsip

Pelajaran selanjutnya dapat dari suami adalah tidak usah terlalu melebih-lebihkan jika itu bukan masalah prinsip. Kecuali jika ia melakukan hal-hal yang memang melanggar prinsip agama seperti mencuri, memukul atau melakukan hal-hal yang merugikan orang lain lainnya. Tapi jika hanya dalam konteks menumpahkan makanan, menumpahkan air, atau merusak barang-barang yang ada di rumah kita seperti piring atau yang lainnya hal tersebut tidaklah perlu dikhawatirkan. Dan yang perlu bunda tau adalah Bunda harus membiasakan untuk selalu berpikir tidak masalah jika itu bukan masalah prinsip. Dan hal ini, sangat berhasil bagi saya ketika akan memarahi anak saya. Semuanya kembali reda.

Kita setidaknya melawan amarah kita dalam menghadapi anak-anak, mereka sedang belajar, itu dunia mereka dan hanya dukungan yang mereka butuhkan. Itu catatannya.. Yuk Ah bunda.. belajar lebih sabar lagi yuk.. Rangkul mereka dengan kasih sayang yang begitu dalam dan tulus.

No comments:

Post a Comment