Saturday, July 30, 2016

Apakah Aman Ibu Hamil Mengkonsumsi Mie Instan?

Kadang-kadang, ketika kita hamil, kita menjadi kaku dan sangat selektif pada saat memilih makanan yang akan dikonsumsi. Hal tersebut memang wajar adanya karena ibu hamil wajib menjaga kesehatan dirinya maupun bayi didalam kandungan. Sehingga, mereka tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi sembarang makanan, terutama yang merugikan seperti makanan yang tidak sehat atau tidak memiliki manfaat untuk ibu hamil dan untuk anak didalam kandungannya.

Berbicara mengenai makanan, salah satu yang banyak kita jumpai dan yang paling banyak penggemarnya adalah mie instan. Bahkan ada banyak ibu hamil yang tidak bisa menahan diri untuk makan mie instan. Pertanyaannya, bolehkah ibu hamil mengkonsumsi mie instan? Adakah efek tertentu yang akan didapat oleh ibu hamil maupun bayinya apabila mengkonsumsi mie instan?

Kesehatan ibu hamil dan bayi didalam kandungannya sangat penting. Sehingga, setiap makanan yang kita konsumsi harus digali informasinya sedetail mungkin sebelum dimakan. Karena beberapa jenis makanan maupun minuman bisa merugikan ibu hamil dan bayi. Salah satu yang dikhawatirkan apabila kita mengkonsumsi mie instan adalah penyedap rasa yang ada di dalamnya.
Inilah yang harus dipikirkan oleh ibu hamil. Penyedap rasa bisa mengganggu kesehatan anak dan mengganggu pertumbuhan yang.

Penyedap rasa bagi ibu hamil


Alasan mengapa banyak diantara kita yang kecanduan dengan mie instan adalah karena rasanya yang sangat nikmat. Makanan ini sangat lezat di lidah dan mudah untuk dibuat. Makanan-makanan lezat lainnya seperti burger atau pizza harganya terlalu mahal. Sedangkan mie instan, dengan biaya murah kita bisa mendapatkannya.

Jadi selain alasan-alasan di atas, sebenarnya mie instan banyak dipandang rendah dan sudah banyak orang yang mengetahui bahwa makanan ini tidak sehat walaupun diberikan campuran berupa sayur,k daging dan lain sebagainya.

Namun tahukah kamu bahwa mie instan yang dibuat dari tepung halus adalah musuh bagi pencernaan. Mie instan adalah salah satu alasan mengapa kita mudah mengalami obesitas. Apabila orang normal saja akan bermasalah dengan mie instan, maka ibu hamil sudah pasti akan lebih bermasalah lagi.

Ketahui kandungan mie instan


Jika kita telisik lebih dalam, kita akan mengetahui kandungan yang ada di dalam mie instan kebanyakan mie instan mengandung minyak sawit, tepung, tepung terigu, dan juga garam. Akan tetapi, ada banyak mie instan yang tidak menuliskan bahan-bahan lain yang juga ada di bumbu seperti, gula, monosodium glutamat atau MSG dan lain-lain.

Apa kata para ahli mengenai mie instan untuk ibu hamil?


Para ahli kesehatan mengatakan bahwa mie instan tidak akan menyebabkan gangguan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit. Atau dikonsumsi secara jarang-jarang. Akan tetapi, belum ada satupun ahli kesehatan yang merekomendasikan mie instan sebagai makanan sehat. Artinya bahwa agama mi instant bukan makanan bergizi. Walaupun beberapa tagline iklan mie instan mengatakan bahwa mi tersebut memiliki gizi.

Namun jangan mudah percaya oleh gimmick iklan karena biasanya gizi yang terkandung sangat sedikit sekali. Justru sebaliknya, mie instan tidak digolongkan ke dalam diet seimbang, terdapat kandungan garam, MSG dan pati didalamnya, terlalu sering mengkonsumsi mie instan dapat menyebabkan hipertensi, dan bahkan, kandungan mineral, vitamin, protein dan serat yang ada di mie instan sangat kecil sekali sehingga mengkonsumsinya dapat menyebabkan gangguan pencernaan, atau apabila terlalu sering dapat menyebabkan anak mengalami kurang gizi.

Kenapa mie instan berbahaya?


Mie instant dianggap berbahaya terutama bagi ibu hamil karena makanan ini sulit sekali dicerna. Selain itu mereka juga tidak mengandung gizi yang banyak. Sebaliknya, mie instan kebanyakan mengandung beberapa zat berbahaya seperti pengawet, natrium, pewarna, penyedap rasa, bahkan ada zat aditif dan lain-lain.

Kandungan lainnya yang dimiliki oleh mie instan adalah lemak trans. Lemak trans adalah istilah untuk lemak jahat. Mengkonsumsi mie instan secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan kolesterol atau dapat menyebabkan kolesterol meningkat. Selain itu, secara bertahap dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit diabetes tipe 2.

Dalam setiap 100 gram mie instan mengandung 2.500 mg natrium, hal tersebut dianggap tidak baik untuk ibu hamil. Beberapa hasil penelitian lain menunjukkan bahwa, mie instan merupakan makanan yang diproses dengan menggunakan bahan-bahan yang juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Friday, July 29, 2016

Cara Mencegah Agar Pakaian Tidak Memudar

Pakaian-pakaian kita yang berwarna-warni lambat laun akan memudar baik karena deterjen, karena digosok, karena mesin cuci, atau karena sengatan sinar matahari. Lebih-lebih, kalau kita menggunakan deterjen yang sangat keras, maka warna pakaian akan lebih mudah luntur. Selain itu, terkadang kita harus memaksakan menggunakan bahan tertentu untuk menghilangkan noda pada pakaian tersebut sehingga warna pakaian semakin kusam.

Lain lagi apabila kita membeli pakaian-pakaian berharga murah yang terkadang warnanya luntur sehingga hanya dalam hitungan bulan, warna pakaian tersebut sudah pudar. Untuk mencegah agar warna pakaian tidak memudar,ndan untuk mengurangi kelunturan pada pakaian, ada beberapa cara sederhana yang bisa kita terapkan.

Cara-cara ini harus diterapkan sebelum mencuci atau sebelum meletakkan cucian di dalam mesin cuci. Cara paling mudah untuk mencegah agar pakaian tidak mudah luntur adalah dengan merendamnya menggunakan bahan-bahan yang alami dan hindarilah penggunaan deterjen yang terlalu keras.
Pakaian pakaian berwarna gelap atau pakaian hitam, cenderung memudar lebih cepat dibandingkan dengan warna yang lainnya.

Untuk menghindari agar warna pakaian tersebut tidak cepat memudar, pertama, baliklah pakaian pakaian tersebut sebelum dicuci. Jangan khawatir mengenai kotoran dan debu yang ada di pakaian tersebut karena air akan dengan mudah menghilangkannya.

Gunakan Cuka


Cara selanjutnya bisa dilakukan dengan menggunakan cuka. Untuk mengurangi pemudaran pada pakaian rumah kita sebaiknya mencuci dengan tangan. Pada saat mencuci, tambahkan satu cangkir cuka putih kedalam larutan deterjen yang berisi pakaian. Biarkan pakaian tersebut berdentang selama kurang lebih 5 menit sebelum dibilas. Cara sederhana menjaga agar pakaian tidak luntur ini sangat ampuh untuk menjaga pakaian-pakaian kita tetap terlihat seperti baru.

Hindari Matahari Langsung


Tips mencegah pakaian agar tidak luntur selanjutnya adalah dengan menghindari sinar matahari langsung pada saat menjemur. Karena sinar matahari langsung biasanya memiliki efek memutihkan sehingga pakaian pakaian berwarna akan cepat pudar.

Namun jika harus terpaksa menggunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian, cobalah untuk membalik pakaian tersebut saat dijemur.

Mengeringkan pakaian juga memiliki teknik tertentu agar pakaian-pakaian tersebut tidak mudah pudar. Selain dengan cara menghindari sinar matahari langsung, dan membalik pakaian sebelum dijemur dibawah sinar matahari, cobalah untuk menghindari menyetrika dengan setrika yang terlalu panas sesaat setelah kamu menerapkan pelicin dan pewangi pada pakaian tersebut.

Hindari Air Panas


Tips terakhir untuk menjaga agar pakaian tidak mudah luntur adalah dengan menghindari penggunaan air panas untuk mencuci pakaian pakaian berwarna. Karena air panas akan menyebabkan baju lebih mudah luntur.

Agar warna pakaian lebih awet, kurangilah penggunaan pakaian-pakaian tersebut di siang hari terutama jika kamu harus keluar dan berjemur di bawah sinar matahari. Sebaliknya, menggunakan pakaian pakaian tersebut di sore hari atau malam hari akan membantu agar warna pakaian tetap terjaga.

Wednesday, July 27, 2016

3 Tips Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik

Ya, memang kita sebagai orang tua selalu khawatir jika anak-anak kita melakukan hal-hal yang di luar biasanya. Padahal mereka selalu akan melakukan hal-hal yang baru yang membuat mereka penasaran. Kita sebagai orang tua, selalu saja melarang ini dan itu serta apa saja yang ada didepan matanya saat ketika kita tidak setuju dengan apa yang dia lakukan. Padahal lagi hal-hal baru yang mereka lakukan selalu membuat mereka semakin kreatif dan semakin pintar dan menunjukkan perkembangan otak yang lebih baik.

Saya sendiri selalu mendukung yang dilakukan oleh anak Kinza, semua hal yang ia lakukan asal tidak berbahaya bagi dirinya. Meskipun kadang-kadang saya masih suka berteriak saat dia berlari kencang tanpa melihat kanan kiri. Bukan apa-apa sih, dia selalu saja jatuh yang lumayan juga bikin siku dan lututnya terluka.

Yuk Belajar untuk tidak berteriak

Saya tahu betul, bahwa berteriak kepada anak adalah hal yang sangat merugikan untuk anak itu sendiri selain membuat anak itu takut kepada kita orangtuanya secara tidak langsung anak akan berhenti berekspresi dan malah akan terkesan sangat pendiam serta tidak mau melakukan hal-hal yang kreatif kembali. Masalah teriak ini yang sebenarnya saat ini sedang saya usahakan untuk menguranginya bahkan menghilangkannya. Susah memang menjadi orang tua yang sangat sabar melihat tingkat tingkahnya melebihi pemikiran kita yang dilakukan oleh anak kita. Tapi jika kita membiasakan untuk berteriak maka akan seterusnya kita terus berteriak kepada anak kita. Dan hal tersebut juga sudah sangat saya sadari. Oleh karenanya, menahan untuk tidak berteriak memang butuh belajar.

Mendengarkan Cerita mereka

Memang sih, sebenarnya mendengarkan adalah hal yang paling gampang dilakukan serta sangat mudah. Namun tidak semua orang bisa mendengarkan keluh kesah anaknya karena berbagai macam alasan. Padahal, ketika kita belajar mendengarkan mereka maka secara tidak langsung kita juga telah mengajarkan mereka untuk selalu mendengar apa yang kita minta kepadanya. Tahu kan bunda, bahwa apa yang kita contohkan kepadanya adalah sesuatu yang kita tanamkan untuk dirinya di suatu hari nanti ketika ia telah menjadi dewasa. Pasti bunda semua pengennn banget punya anak penyabar dan sayang kepada orang tuanya, Perhatian.

Jangan gampang heboh kalau bukan masalah prinsip

Pelajaran selanjutnya dapat dari suami adalah tidak usah terlalu melebih-lebihkan jika itu bukan masalah prinsip. Kecuali jika ia melakukan hal-hal yang memang melanggar prinsip agama seperti mencuri, memukul atau melakukan hal-hal yang merugikan orang lain lainnya. Tapi jika hanya dalam konteks menumpahkan makanan, menumpahkan air, atau merusak barang-barang yang ada di rumah kita seperti piring atau yang lainnya hal tersebut tidaklah perlu dikhawatirkan. Dan yang perlu bunda tau adalah Bunda harus membiasakan untuk selalu berpikir tidak masalah jika itu bukan masalah prinsip. Dan hal ini, sangat berhasil bagi saya ketika akan memarahi anak saya. Semuanya kembali reda.

Kita setidaknya melawan amarah kita dalam menghadapi anak-anak, mereka sedang belajar, itu dunia mereka dan hanya dukungan yang mereka butuhkan. Itu catatannya.. Yuk Ah bunda.. belajar lebih sabar lagi yuk.. Rangkul mereka dengan kasih sayang yang begitu dalam dan tulus.

Tuesday, July 26, 2016

Setetes Asi Untuk Anakku

"Mas, kok rasanya aku kepengen buang air besar terus ya?"

Pagi itu, saya merasa perut ini memililit setengah mati, pengen buang air besar namun tak juga bisa keluar.

"Ah.. mungkin adek makan sambelnya kebanyakan nih, pedes lagi"

Jawab suami saya enteng sambil mengelus perut saya yang semakin membuncit karena usia kehamilan yang sudah 8 bulan. Pagi itu, tepatnya 18 Mei 2014, saya memang membuat menu masakan yang super pedas. Secobek besar sambel rujak cingur serta sayuran yang banyak sekali. Rasanya ingin saya habiskan semua. Memang, sejak hamil, saya menyukai makanan pedas. Tanpanya, saya tak enak makan.

Untuk yang ke empat kalinya masuk kamar mandi, tiba-tiba saya mendapati cairan berwarna putih dan terdapat darah. Seperti yang saya baca di buku tentang kehamilan yang jauh-jauh hari saya pelajari, cairan tersebut adalah tanda-tanda melahirkan.

"Mas.. ada darahnya, masak mau melahirkan" Kata saya setengah gak percaya..

Dan ternyata benar, setelah mertua saya membawa saya ke bidan desa, saya telah mengalami bukaan satu. Shock karena saya merasa sangat belum siap untuk melahirkan, belum lagi.. persiapan baju-baju bayi yang belum dibeli karena masih jauh dari Hari perkiraan lahir yaitu sebulan lagi. Akhirnya sang bidan merujuk saya untuk pergi ke Rumah Sakit untuk melahirkan disana karena dirasa bu Bidan tidak mampu karena sang bayi dianggap prematur.

Akhirnya dengan keterbatasan yang kami punya, saya dibawa ambulan desa pergi ke Rumah Sakit. Pukul 09.00 pagi sampai 09.00 malam saya merasakan kontraksi yang luar biasa. Hingga tepat pukul 09.21 bayi laki-laki saya lahir dengan selamat, Alhamdulillah.. Hilang rasa sakit saya melihat bayi mungil yang dibawa oleh suster itu, dengan berat hanya 2,2Kg dan panjang 41cm, dialah bayi saya.



Perjuangan belum habis sampai disana, ternyata anak saya Kinza, harus di Incubator karena termasuk Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), yaitu kurang dari 2,5 Kg. Sehari saya tidak menengoknya diruang bayi, entahlah.. perasaan saya bercampur aduk. Antara menjadi ibu baru yang sedih atau bahagia. Melihat bayi-bayi lain yang ada disebelah kanan kiri tempat tidur saya, mereka menyusu dengan lahapnya, saya menangis.

"Kapan saya bisa memberi anak saya ASI?"

Akhirnya, hari dimana saya diperbolehkan melihat anak saya tiba, pilu rasanya melihatnya berada ditabung sendirian dengan selang disana sini. Infus ditangan dan hidungnya yang terlihat begitu menyiksa, dia anakku, dia lemah, dia kecil.. Siapa yang memperlakukannya setega ini. Belum lagi ditambah selang kecil dimulutnya karena ada masalah di lambungnya. Karena sebagai ibu baru, yang juga tidak mengenal dunia medis, batin saya mengutuk orang-orang yang memperlakukan anak saya seperti ini. Saya gak tau, kapan air mata ini tiba-tiba saja membanjiri pipi, tangan suami yang ada di bahu saya menguatkan dengan penuh kasih, "Yang kuat, dek.." katanya perlahan.

Saat itulah, saya memberikan ASI pertama kali kepadanya, namun sepertinya dia tak mau membuka mulut kecilnya itu. Entah kesusahan atau kesakitan karena banyaknya suntikan, saya hanya melihatnya,  tak tega.

"Sabar ya Nak, mimik yang banyak biar adek cepet sehat, nanti kita pulang ya Nak.. "

Kata-kata itu terus yang saya katakan kepadanya sambil mengelus kepalanya yang mungil. Hari berganti hari, saya terus melihat anak saya, memberinya ASI dengan baik.

Tiba di hari keempat, seperti biasanya saya melihat anak saya di jam kunjungan yang ditentukan, pukul 03.00 pagi, dan betapa kagetnya saya ketika mendapati suster yang menjaga ruang bayi tersebut  sedang memberikan dot susu formula dimulut mungil itu.

"Suster, kenapa anak saya di beri susu formula?"  tanya saya sinis.. Padahal jelas-jelas ada stok ASI saya didalam kulkas ruang bayi tersebut untuk jaga-jaga.

"Anak Ibu nangis terus" jawabnya singkat, yang dilanjutkan dengan kata, "Ibu gak dateng-dateng"

Apaa... dia bilang saya gak datang-datang, kelamaan. Saya marah.

"Bukankah ada ASI saya disini, kok gak dikasih itu saja?" Sang susterpun akhirnya terdiam, tanpa meminta maaf.

Dan yang saya tahu, peraturan didalam ruang bayi tersebut, meskipun ASI didalam botol, bayi gak boleh diberikan minum ASI-nya dengan dot, harus disendokin untuk menghindari bingung puting.

Sejak saat itu, saya selalu datang sangat awal untuk memberikan ASI Eksklusif untuk Kinza selama 10 hari berada di NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Saya gak mau alasan karena bayi saya nangis atau saya datangnya telat menjadi tameng untuk mereka. Mungkin bagi mereka ini hal sepele karena memang tugasnya setiap hari ditambah jaga malam yang membuat mereka "sedikit malas" mendengar tangis bayi. Tapi bagi saya sebagai seorang ibu baru, selama saya masih mampu memberikan yang terbaik untuk anak saya, yaitu hanya ASI saat ia lapar. Dan hal tersebut merupakan usaha yang harus diperjuangkan dengan tegas. Tidak peduli mata bengkak karena harus bangun tengah malam hingga 3-4 kali kemudian berjalan ke ruang bayi, semuanya demi setetes ASI untuk anakku.

Mata bengkak karena kurang tidur, sebuah perjuangan..

Kinza, dalam pelukan, tak berdaya

Dan hari ini, 26 bulan yang lalu, Kinza tumbuh menjadi batita yang sehat, kuat dan tidak pernah mengalami sakit parah kecuali hanya flu ringan. Saya percaya, kekuatan dan lengkapnya kandungan nutrisi dalam ASI sangat berperan penting dalam membentuk kekebalan tubuh dan penunjang kesehatan Kinza. Terimakasih Ya Allah, telah memberikan ASI yang begitu melimpah untuk Kinza hingga saya menyapihnya, 2 bulan yang lalu.

Tulisan ini saya ikut sertakan Give Away dalam memperingati Pekan ASI Dunia. Semoga menginspirasi :).

Sunday, July 24, 2016

Model Baju Terbaru Wanita Ini Yang Paling Banyak Digandrungi

Meskipun lebaran sudah berlalu, tapi kegemaran orang-orang dalam berbelanja termasuk membeli baju baru tidak pernah berubah. Saya sendiri adalah orang yang punya hobi tersebut, yaaa.. Alih-alih biar gak disebut kayak anak kecil, saya belanja baju barunya justru bukan saat lebaran akan datang. Meskipun saya tahu, bakalan ada diskon besar-besaran di toko-toko offline maupun online saat musim beli baju tiba. Selama punya uang lebih, ya beli saja hehe..

Oh ya, yang bikin greget lagi, sekarang tu banyak sekali modelbaju terbaru wanita yang ada dipasaran. Saya sih lihatnya pasti pakaian muslimah ya, gamis-gamis lucu, keren, modern dan elegant gitu deh. Gamis gamis yang banyak sekarang yang saya lihat, beberapa diantaranya adalah:

Gamis dengan pemandangan kota

Yaaa... Gamis ini udah diproduksi sangat banyak sekali, gamis dengan pemandangan kota dibawahnya. Gamis yang punya ciri-ciri lebar bawah hingga empat meter ini terbuat dari berbagai jenis kain yang berbeda. Yang saya lihat sih banyak yang terbuat dari bahan balotelli, spandek dan wollpeace. Meskipun sedang tren dan diburu banyak wanita muslimah seantero Indonesia, entah kenapa saya kurang minat. Mungkin karena kebanyakan ukurannya adalah ukuran jumbo dengan panjang 140cm, sedangkan saya.. Cuma 135 cm itupun udah nyapu tanah hahaha..

Gamis dengan motif bunga

Model baju terbaru wanita ini gak kalah banyaknya dipasaran, terlebih didunia online. Bahan yang terbuat dari katun jepanglah yang mendominasi gamis model ini. Motif bunganya beragam, dari yang kecil sampai yang besar. Katun jepang belakangan memang sedang trend sekali mencuat didunia fashion, tapi kalau kamu memang berniat membeli salah satunya, usahakan jangan yang terbuat dari katun jepang yang reaktif. Kwalitasnya buruk sekali, kasar, saya bahkan kena tipu olehnya hahaha.. Kasian banget kan ya.. Udah mahal, palsu lagi :D.

Gamis dengan warna-warna soft

Gamis model dengan warna-warna soft, warna pastel banyak sekali digandrungi para remaja, mama mama muda, bahkan orang tua. Dengan hiasan batu manik-manik yang sederhana yang cukup memukau, membuat para pemburu model baju terbaru wanita ini cukup puas dengan para desainer yang mengeluarkan produk-produk busana wanita tersebut. Jujur sih, sebenarnya saya sendiri juga kepengen gitu punya salah satunya untuk koleksi, cuma saat ini saya hanya membeli baju gamis yang sudah memiliki nama dipasaran. Mungkin salah satu alasannya ya itu tadi, baju dengan model terbaru tersebut sungguh sangat kebesaran buat saya hahaha..

Mending beli Online dari pada Offline

Semenjak tinggal dijawa, saya lebih memilih untuk berbelanja baju secara online saja. Ada banyak alasan sih, salah satunya saya males sekali berdebat soal harga kalau harus kepasar tradisional. Selain itu, belanja online juga ngasih banyak sekali keuntungan, salah satunya diskon besar besarann.. Siapa juga yang gak pengen. Kadang saya malah sangat kalap hahhaa..

Toko online favorit saya adalah MatahariMall.com, sejak pertama kali rilis dan dibuka, saya sudah membeli banyak kebutuhan saya disana. Dari popok anak saya sampai smartphone milik suami. Terpercaya, profesional dan memang patut dijadikan langganan dalam berbelanja online.

Jika kamu adalah salah satu orang yang lagi nyari baju baju keren dan modern, jangan ragu untuk membuka situs web yang tepat dan memang bisa dipercaya, ke MatahariMall aja lah... Stttt.. Disana juga bebeas ongkos kirim 100% tanpa syarat. Buktikan deh.. Cepetan ya..

Saturday, July 23, 2016

Resep Cemilan Sehat - Lumpia Panggang

A photo posted by Husnul Khotimah (@innuel) on


Musim penghujan adalah dimana musimnya mulut pengen nyemil terus, tak terkecuali mulut saya yaaa.. Apalagi, suami suka minta cemilan ditengah ia kerja. Pantas saja kalau badannya mulai menggembung dan mengembang haha. Dan berhubung jajan diluaran sudah sangat extrem dengan berbagai macam bahan yang mereka gunakan. Dari yang minyak goreng dipakai hingga ribuan kali sampai bahan-bahan yang kurang baik yang mereka pakai. Apalagi kalau jajan pinggiran jalan, yang harganya murah, bisa dipastikan itu.

Dan kali ini, saya mencoba membuat lumpia dari beberapa kali yang saya buat, kali ini lumpia bikinan saya lumayan lah... agak berhasil haha.

Sekarang, mari kita bikin kulitnya dulu.

Kulit lumpia, petama kali saya bikin, agaknya memang sangat gagal karena tekstur yang buruk. Kali ini saya benar-benar pengen belajar membuat kulit lumpia yang empuk, tebal dan tidak keras.

Bahan kulit lumpia:

Saya menggunakan tepung cakra kembar kira-kira seperempat kili / 250gram
Susu kental manis, harusnya pake susu plain 3 sendok makan
garam sejumput
mentega 2 sendok makan
telur 1 butir
air secukupnya kurang lebih 300ml

Ukurannya saya gak bener-bener ngitung, ini dah kesalahannya.. Saya menyesuaikan saja, kekentalannya yang gak terlalu kental banget. Saya pilih untuk menyaring adonan karena pengalaman, adonan yang bergerindil bikin kulit lumpia rusak. Sebelumnya saya make tepung kanji, tapi hasilnya keras, kurang suka hehe..

Bahan Isian lumpia panggang

Wortel iris tipis kayak batang korek api, ayam bagian dada, kecambah yang ditumis dengan bawang merah dan bawang putih aja. Minyaknya pake sesendok aja kemudian bumbuin garam, merica dan gula.

Kenapa di Panggang?

Saya memilih memanggang lumpia di teflon bekas saya membuat kulit lumpia. Alasannya karena suami udah protes karena kebanyakan minyak dalam masakan, jadi mengurangi minyak gitu dikit-dikit hehe. Resep lengkapnya, ukuran dan sebagainya nyusul yaaa.. :D

Friday, July 22, 2016

Si Gondrong Ini Anakku


Semenjak ada neneknya yang datang dari Kalimantan, Kinza yang dengan rambut gondrongnya belum boleh dipangkas. Memang, saya rasa, Kinza jauh lebih terlihat tembem ketika di cukur gundul, ya.. kira-kira hanya 3 mili gitu atau 3 cm ya hhaha..

Iseng-iseng, Kinza saya kuncir ke atas bagian poninya, ehhhh... malah minta terus mau dikuncirin. Sambil ketawa-ketawa katanya lucu :D. Sekarang Kinza juga udah pinter banget bilang emoh untuk menolak sesuatu yang dia gak suka. Ah.. anakku... Kamu semakin pandai saja, Ummi sayang yaa...