Monday, September 11, 2017

Bercanda dengan Klien, Boleh gak sih?

Sebagai orang yang menjual jasa penulisan artikel, saya adalah orang yang termasuk dalam kategori suka bercanda. Orang yang supel dan senang sekali ngomong dengan pelanggan yang kadang enggak ada hubungannya dengan artikel atau bisnis yang sedang akan atau kita sepakati. Itu karena, saya orangnya memang sedikit gak bisa diam, meskipun kadang-kadang saya menjadi orang yang pendiam banget.



Didunia nyata, saya bahkan menjadi orang yang gak banyak bicara kepada orang yang gak saya kenal. Saya menjadi orang yang pasif dan hanya lebih ke "mendengarkan" dari pada ikut berkomentar akan sesuatu, ya.. It's Me! Namun, kalau sudah kenal dan tau sama orangnya, saya nyaris jadi orang yang gak bisa diam diantara orang-orang tersebut. Saya menjadi pusat pembicara yang mengundang banyak omongan lain dari keluarga terutama.

Dan kayaknya nih ya.. anak saya Kinza juga jadi ketularan atau memiliki gen seperti ini, suka nyerocos dan gak mau diem sedikitpun. Seperti saya, karena kalau seperti Abinya.. emmmm kayaknya nggak mungkin. Pasalnya Abinya itu orangnya pendiam banget, baik didepan orang yang dikenal termasuk ayahnya sendiri dan lebih kepada orang yang baru ia kenal. Kecualiii.. Abi Kinza tau kalau itu sahabat saya atau orang-orang yang dekat banget sama beliau, mesti ada sedikit kelebihan kata dari biasanya. Kadang jodoh memang kita gak tau seperti apa ya.. bisa banget kebalikan dari diri kita 180 derajat lah istilahnya.


Bercanda dengan klien, boleh gak sih?


Dan ya.. boleh gak sih bercanda dengan klien yang notabene baru kita kenal ini? Menurut saya, bercanda boleh-boleh saja asalkan tidak melebihi batasan antara laki-laki dan perempuan atau sejenisnya. Bercandaan ini bisa menjadikan hubungan kerja sama jadi lebih akrab dan lebih mengarah ke teman atau partner kerja yang gak membosankan. Selain itu, pelayanan yang dibarengi dengan candaan-candaan kecil juga akan berbeda hasilnya dengan pelayanan yang dilakukan dengan sikap yang kaku, jadi.. gak ada masalah, selama dalam batas wajar.


Jangan berlebihan


Syarat lain bercanda dengan klien adalah gak boleh berlebihan. Berlebihan disini maksudnya kita bisa sampai menyinggung privasi dia atau sejenisnya. Teman-teman yang pernah dekat dengan saya, menilai saya adalah pribadi yang humoris dan supel. Padahal, saya ini jarang sekali baca situs-situs yang bisa bikin ngakan seperti www.tahantawa.com atau sejenisnya lho.. Saya tidak meniru, dan mungkin ya... ini adalah bawaan dari orang tua saya, Bapak. Bapak juga dikenal sebagai orang yang suka mengeluarkan kata-kata yang bikin tertawa, meskipun itu terkesan nggak lucu :D. Jadi.. hormon keturunan ini memang menentukan sekali ya haha..

Kalau kamu, suka becanda gak?

No comments:

Post a Comment